Taisirul Khallaq Fil Ilmil Akhlaq
PEMBUKA DARI SAYA
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita Nikmat terbesar dari segala NikmatNya yakni Iman dan Islam. Rahmat dan Sejahtera kita bacakan, dan selanjutnya kita kirimkan kepada Nabi besar kita Rasulullah Muhammad SAW, serta Keluarga dan Sahabatnya sekalian mereka itu.
Sudah rata-rata, di Dayah-dayah tidak luput dari mengaji kitab yang satu ini, Taisirul Khallaq. Dan ini merupakan terjemahan dalam bahasa indonesia. Jujur, ini bukan murni terjemahan saya, namun ini saya renovasi dan memodivikasikan saja, dimana ada beberapa kata yang salah diketik sebelumnya, bahkan membuat tulisan ini lebih bernuansa identik kepada penulisan yang sesuai dengan peraturannya.
Lebih jelasnya, ini saya kutip dari salah seorang alumni Mudi Mesra Samalanga dengan julukan blognya Abi Medan, lagi pula saya pun telah meminta izin atas kutipan ini. Kenapa saya mengutipnya? Pertama saya sangat membutuhkan terjemahan ini, karena saya termasuk salah seorang pengajar yang sedang mengajari kitab ini khususnya. Dan bisa dikatakan, layak bagi saya untuk mengutip ini karena saya termasuk salah seorang alumni Mudi Mesra pula, dimana kami adalah Seperguruan.
Baik, kita akan memasuki bab demi bab dalam kitab yang mulia ini.
MUQADDIMAH
Segala puji bagi Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pencipta. Rahmat dan Sejahtera kepada penghulu kita Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia, dan rahmat dan sejahtera juga buat keluarga dan sahabatnya selama mengalirnya pena dalam meringkas dan menjelaskan di lembaran-lembaran kertas.
Adapun kemudian: Maka ini adalah ringkasan pada Ilmu Akhlaq Diniyah yang saya buat untuk para Pelajar Tahun Pertama Al-Azhar dan saya namakan TAISIRUL KHALLAQ FI 'ILMIL AKHLAQ, maka saya ucapkan: Dan dengan Allah itu pemeliharaanNya, dan dengan kekuasaanNya menyempurnakan nikmat.
Ilmu Akhlaq adalah pegertian dari kaedah-kaedah (aturan-aturan) memperbaiki hati dan semua anggota.
Subjeknya membicarakan budi pekerti dari segi berhias dengan kebaikan-kebaikan dan mengosongkan dari keburukan-keburukan.
TAQWA
Taqwa adalah menuruti segala perintah Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar serta menjauhi laranganNya secara tersembunyi dan terang-terangan, maka tidak sempurna Taqwa kecuali dengan mengosongkan semua keburukan dan menghiasi kebaikan-kebaikan. Taqwa ialah suatu jalan seseorang yang menempuhnya akan terpetunjuk, dan tali yang kuat bagi siapa saja yang memegangnya akan selamat. Sebab-sebab Taqwa sangat banyak.
Diantaranya: Manusia memperhatikan bahwa dia hamba yang hina, dan Tuhannya Maha Kuat dan Perkasa. Tentu tidak layak bagi yang hina mendurhakai Yang Maha Perkasa karena ubun-ubunnya dalam kekuaasanNya. (Nasiyah: Ubun-ubun, pada dasarnya di pakai untuk bagian depan kepala atau rambut depan, dan yang dimaksud disini sosok sempurna). Penyebab ketaqwaan selanjutnya adalah mengingat mati, seseorang yang menyadari bahwa dia akan mati, lagi yang tiada di hadapannya selain Surga dan Neraka, niscaya tergeraklah dirinya melakukan amal-amal baik semampunya. Diantara perbuatan baik adalah menolong sesama muslim, memandang mereka dengan pandangan lemah lembut dan kasih sayang, lebih-lebih lagi bila mereka lebih duluan berbuat baik.
Buah Taqwa: Bahagia di dua negeri (Dunia dan Akhirat). Adapun di Dunia terangkat derajatnya, harum nama dan sebutannya, dan memperoleh kasih sayang dari manusia, karena orang Taqwa dibesarkan oleh orang-orang kecil dan disegani orang-orang besar, orang berakal melihat orang taqwa lebih cocok dengan kebaikan dan berbuat baik.
Sedangkan di Akhirat, orang yang Taqwa selamat dari Neraka, kemenangan dengan masuk surga, maka mencukupilah kemuliaan atas orang bertaqwa sesuai Firman Allah:
ان الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون
Sesungguhnya Allah berserta orang-orang bertaqwa dan orang yang berbuat baik.
ADAB GURU
Guru adalah penuntun murid untuk menyempurnakan ilmu dan ma'rifah. Syarat menjadi guru ialah memiliki sikap terpuji, sebab ruh murid masih lemah dibandingkan gurunya. Apabila guru bersifat sempurna, maka murid akan menyesuaikan diri dengan gurunya. Maka seorang guru mestinya bertaqwa, tawadhu', dan lemah lembut, agar murid simpatik padanya dan akan bermanfaat untuk murid tersebut. Seorang guru juga harus bijaksana dan sopan santun, supaya murid mengikutinya. Disamping itu juga harus ada rasa kasih sayang pada murid, agar murid menyukai apa yang diajarkan, dan guru pun selalu menasehati dan mendidik kesopanan, serta memperbaiki adab muridnya, dan tidak membebankan mereka suatu pemahaman yang tidak mampu mereka pikirkan.
ADAB MURID
Untuk murid ada beberapa adab, yaitu adab pada dirinya, bersama Ustadznya, dan bersama saudaranya.
Adapun adab untuk dirinya sangat banyak, sebagianya adalah tidak 'ujub (heran pada kemampuan diri sendiri), tawadhu', jujur agar murid dicintai dan dipercaya, sopan saat berjalan, menundukkan pandangan dari melihat yang haram-haram, dan terpercaya (tidak membelot) dari ilmu yang diberikan kepadanya, sehingga dia tidak sembarangan menjawab apa yang tidak diketahuinya.
Adapun adab bersama Ustadznya adalah meyakini kelebihan Ustadznya lebih besar dari kedua orang tuanya karena Ustadz mendidik ruhnya, dan merendahkan diri dihadapan Ustadznya, dan duduk disaat belajar penuh sopan santun, serta mendengar baik-baik apa yang dikatakan Ustadznya, meninggalkan senda gurau, dan tidak memuji orang lain di hadapan Ustadznya daripada Ulama-Ulama, karena dikhawatirkan Ustadznya memahami itu sebagai celaan, dan tidak malu bertanya hal yang tidak diketahuinya.
Sedangkan adab bersama saudaranya adalah memuliakan mereka, tidak meremehkan dan tidak sombong terhadap mereka, tidak mengolok-ngolok kelambatan pemahaman diantara mereka, dan tidak merasa senang bila Ustadz menegur yang kurang perhatian, sebab itu akan menimbulkan kemarahan dan permusuhan.
HAK KEDUA ORANG TUA
Dua orang tua penyebab adanya insan, kalau bukan karena susah payah keduanya, tidak merasa senanglah insan, dan kalau bukan kesukaran keduanya, insan tidak mengecap kenikmatan.
Adapun Ibu telah mengandung dan melahirkan dalam kondisi susah payah, sedangkan Ayah mencurahkan kemampuannya pada sesuatu yang kembali manfaatnya kepada insan untuk pemeliharaan tubuh dan ruhnya.
Wajiblah insan mengingat kebaikan dan menuruti perintah keduanya, kecuali perintah itu maksiat. Duduklah berserta ibu bapak dengan penuh hormat, memejamkan pandangan dari ketergelinciran, dan tidak menyakiti keduanya walau itu dengan ucapan Ah, tidak memperpanjang perdebatan, dan tidak berjalan di hadapan keduanya kecuali waktu melayani, dan berdoa terhadap kedua orang tua supaya mendapat rahmat dan keampunan, dan menganjurkan keduanya melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran, karena insan sebab keselamtan keduanya, sebagaimana keduanya sebab adanya insan. Allah SWT berfirman:
وقضى ربك الا تعبدوا الا اياه وبالوالدين احسانا اما يبلغن عندك الكبر احدهما او كلا هما فلا تقل لهما اف ولا تنهر هما وقل لهما قولا كريما واحفض لهما جناح الذل من الرحمه وقل رب ارحمهما كما ربياني صغيرا
Tuhan kamu memerintah bahwa jangan kamu sembah kecuali Dia dan berbuat baik kepada kedua orang tua, jika salah satu dari keduanya sudah tua, janganlah kamu mengucapkan kepada keduanya ah, jangan kamu membentak mereka, dan ucaplah perkataan mulia terhadap keduanya, rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, sayangilah kedua orang tuaku seperti mereka telah mendidikku semenjak kecilku.
Spesial untuk Ibu, perbuatan baik (kebaktian) harus ditambah karena sabda Nabi SAW:
بر الوالدة على الولد ضعفان
Berbuat baik pada ibu diatas anak dua kali lipat.
HAK SAUDARA
Saudara adalah mereka yang memiliki hubungan kasih sayang (kerabat), Allah memerintah menyambung persaudaraan dan mencegah memutuskannya.
Sabda Nabi SAW, Allah Ta’ala berfirman:
انا الرحمن وهذه الرحم اشتققت لها اسما من اسمى فمن وصلها وصلته ومن قطعها بتته
Aku Yang Maha Pengasih, kasih sayang kuambil dari nama daripada namaKu, seseorang yang menyambungnya, Aku menyambungnya, siapa yang memutuskan, Aku putuskan.
Semestinya manusia menjaga dan memelihara persaudaraan, tidak menyakiti mereka dengan perbuatan dan perkataan, merendahkan diri dan menahan gangguan walau dalam waktu lama, bertanya jika mereka tidak ada, membantu mendapatkan tujuan mereka bila mampu, dan mencegah dari bahaya jika mungkin. Kalau mereka tidak memerlukan hal-hal diatas, maka dengan cara menyempurnakan berkunjung ke rumah mereka.
HAK TETANGGA
Tetangga adalah orang-orang yang berdekatan rumahnya dengan rumahmu sekitar 40 rumah dari semua penjuru.
Hak-hak tetangga: Memulai memberi salam, kamu berbuat baik padanya, dan seimbangkan melakukan kebaikan. Apabila dia mengawalinya (balaslah kebaikannya), kamu tunaikan (bayarlah) hak-hak hartanya bila sangkut paut dengan itu, dan kamu kunjungi dia bila sakit, kamu merasa puas jikalau tetangga senang, kamu berduka cita bila dia tertimpa musibah, janganlah kamu arahkan pandangan kamu kepada wanitanya sekalipun itu pembatunya, kamu tutup aurat tetanggamu, kamu hindari sesuatu yang dibenci saudaramu semampumu, dan kamu menemuinya dengan wajah manis dan memuliakan. Telah bersabda Nabi SAW:
من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فليكرم جاره
Seseorang yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat, maka hendaknya memuliakan tetangganya.
Dan dari Aisyah RA dari Nabi SAW beliau bersabda:
مازال جبريل يوصيني بالجار حتى ظننت انه سيورثه
Setantiasalah Jibril mewasiatkan dengan tetangga sehingga saya menyangka Jibril akan menjadikan tetangga sebagai penerima warisan.
ADAB PERGAULAN
Adab pergaulan yaitu berwajah manis, lemah lembut, mendengar pembicaraan teman, sopan, tidak takabbur, diam ketika terjadi senda gurau, memaafkan kesalahan dan berlapang dada, dan tidak berbangga dengan kemegahan dan kekayaan, karena demikian itu akan menjatuhkannya dari pandangan manusia (dianggap remeh). Dan juga seorang teman harus bisa menyimpan rahasia, sebab tiada berharga orang yang tidak bisa menyimpan rahasia. Berkata seorang Penyair:
اذا ما لمرء لم يحفظ ثلاثا
فبعه ولو بكف من رماد
وفاء للصديق وبذل مال
و كتمان السرائر في الفؤاد
Apabila manusia tidak dapat menjaga tiga perkara
Maka jual saja dia walau dengan segenggam debu
Yaitu menepati janji kawan, menyumbangkan harta
dan menyimpan rahasia di hati.
PERSAHABATAN (PERSATUAN)
Persahabatan yaitu beramah tamah dengan manusia dan gembira saat bertemu mereka.
Sebab-sebab timbulnya Persahabat ada lima:
Pertama Agama, karena sempurna iman menyebabkan kasih sayang.
Kedua Keturunan, karena manusia cenderung pada kerabatnya, mencintai kerabatnya, dan menahan menyakiti mereka. Seperti sabda Nabi SAW:
ان الرحم اذا تماست تعاطفت
Sesungguhnya kasih sayang apabila saling bersentuhan akan menimbulkan simpatik.
Ketiga Perkawinan, karena manusia bila mencintai istrinya akan mencintai semua yang berhubungan dengan istrinya.
Berkata Khalid Bin Zaid bin Mu'awwiyyah:
Makhluk Allah yang paling kubenci adalah keluarga Zubair, hingga kunikahi salah satu diantara saudara mereka, maka jadilah aku orang yang paling kucintai akan mereka.
Keempat Kebaikan, Kebaikan berbuat baik kepada manusia. Berujar seorang Penyair:
احسن الى الناس تستعبد قلو بهم فطا لما استعبد الانسان احسان
Berbuatklah kebaikan terhadap manusia niscaya tunduklah hati mereka, maka senatiasa kebaikan menundukan manusia.
Kelima Persaudaraan, Persaudaraan adalah seperti Rasullullah mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar agar eratlah hubungan dan bertambahlah persaudaraan (persahabatan) mereka.
Adapun kelebihan persahabatan adalah memberi faedah dan mengambil faedah (take and give - hehe), tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, sehingga dengan demikian tepatlah kondisi dan seimbanglah urusan. Allah berfirman:
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا
Berpeganglah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah berpecah belah.
PERSAUDARAAN
Persaudaraan adalah hubungan antara dua orang yang nyatalah kasih sayang keduanya. Maka timbullah dari keduanya sikap berlapang-lapang pada harta (saling memberi), menolong dengan jiwa, memaafkan kesalahan, ikhlas, menempati janji, saling meringankan beban, dan tidak saling memberatkan. Maka seseorang akan mendorong saudaranya berbuat kebaikan dan mecegah kemungkaran, berdoa baik kondisi, dan istiqamah. Kelebihan Persaudaraan sangat besar, diantaranya yang akan memotivasi berakhlak baik, mempersatukan semua hati, dan mendamaikan persengketaan yang Allah jadikan daripada buah Taqwa, maka Allah berfirman:
فاتقوا الله واصلحوا ذات بينكم
Takutlah kepada Allah dan damaikan persengketaan diantaramu.
ADAB MAJELIS
Seseorang yang datang ke forum pertemuan, hendaklah mengawali memberi salam untuk para hadirin, duduk di tempat kosong, berpaling dari perkataan-perkataan yang tak berguna, merubah kemungkaran dengan tangan, jika tidak mampu, maka dengan lidah, juga tidak mampu, maka merasa marah didalam hati. Dan keluar saja dari forum pertemuan kalau memang forum tersebut tidak ada manfaatnya.
Tidak meremehkan seorang pun, bisa jadi kedudukan orang tersebut di sisi Allah lebih baik, dan tidak sombong karena harta sebab akan melemahkan Agama dan menjatuhkan kharisma. Jika seseorang sedang berjalan, hendaklah menundukkan pandangan, menolong orang yang dizalimi dan lemah, menunjuki orang yang tersasar, membalas salam orang yang memulainya, memberi peminta-minta, dan duduk dengan sopan, sebab demikian akan menunjukan kehormatan dan peduli terhadap tugasnya.
ADAB MAKAN
Adapun adab sebelum makan:
Mencuci dua tangan, meletakkan makanan di alas dan di atas bumi, duduk, niat agar kuat melaksanakan ibadah, tidak makan berserta kenyang, menerima apa yang tersedia dari makanan, tidak mencela makanan, dan menawari orang yang sedang bersamanya.
Adab ketika makan:
Memulai dengan Bismillah secara keras agar dapat mengingatkan orang lain, makan dengan tangan kanan, mengecilkan suapan, membaguskan kunyahan, tidak menjulurkan tangan ke suapan lain sebelum selesai yang pertama, tidak memakan sesuatu yang yang mengiringi makanan kecuali buah-buahan, tidak meniup makanan, tidak memotongnya dengan pisau, tidak menyapu tangan dengan makanan, tidak mengumpulkan kulit dan biji pada satu bejana, dan tidak meminum air kecuali di butuhkan.
Adab setelah makan:
Berdiri (berhenti) sebelum kenyang, membasuh dua tangan sesudah menjilatnya, memungut sisa makanan, dan membaca Alhamdulillah.
ADAB MINUM
Adab minum: Memegang gelas dengan tangan kanan, melihat pada air sebelum meminumnya, membaca Bismillah, duduk, dan menghisap air, karena meneguk akan memudharatkan jantung. Telah bersabda Nabi Muhammad SAW:
ومصوا الماء مصا ولا تعبوه عبا
Hisaplah air, jangan kamu meneguknya.
Minumlah dengan tiga nafas, membaca Bismillah pada tiap-tiap satu nafas, membaca Alhamdullilah pada akhirnya. Juga tidak bernafas ketika sedang minum, dan tidak bersendawa dalam gelas.
Apabila seseorang meminum dan ingin menuangkan (memberikan) air untuk orang lain, maka hendaklah di dahulukan orang sebelah kanannya dari kirinya, walau orang sebelah kiri punya kelebihan (terhormat), karena sesungguhnya Nabi SAW memberikan minum untuk orang Arab badui yang ada sebelah kanannya sebelum Abu Bakar dan Umar RA. Nabi bersabda:
الايمن فالايمن
Kanan! Maka kanan!
ADAB TIDUR
Adab tidur: Bersuci dari hadats, tidur diatas lambung kanan menghadap kiblat, berniat untuk mengistirahatkan badan supaya kuat beribadah, dan mengingat Allah SWT ketika tidur dan bangun.
Nabi sendiri bila beliau hendak tidur malam, beliau meletakkan dua tangan di bawah pipi, kemudian beliau berdoa :
اللهم باسمك احيا واموت
Yaa Allah yaa Tuhanku, Dengan namaMu aku hidup dan aku mati.
Dan waktu bangun beliau juga berdoa:
الحمد لله الذي احيانا بعد ما اماتنا واليه النشور
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati dan kepadaNya akan dikumpulkan.
ADAB MESJID
Semua Masjid adalah rumah Allah, orang yang bergantung hatinya dengan masjid, maka Allah akan menaunginya di Hari Kiamat sebagaimana pada Hadits. Seseorang berjalan ke Masjid dengan penuh rindu serta tenang dan sopan, masuk kedalamnya dengan kaki kanan dan sandalnya di luar Masjid, dan berdoa saat masuk:
اللهم افتح لي ابواب رحمتك
Yaa Allah bukalah untukku pintu-pintu RahmatMu.
Dan mengerjakan Shalat Tahiyyatul Masjid, memberi salam walaupun tidak ada orang didalamnya, karena Masjid tidak sunyi dari Jin dan Malaikat, duduk dengan niat taqarrub (medekatkan diri kepada Allah), muraqabah (perasaan dalam pengawasan Allah), memperbanyak zikrullah, menahan nafsu dari syahwat, menjauhi perselisihan, tidak berpindah pada tempatnya kecuali ada keperluan, tidak mencari barang hilang (tercecer) di dalam Masjid, tidak menguatkan suara di depan orang-orang yang sedang shalat, tidak berbimbang dengan suatu kegiatan, dan tidak berbicara pembicaraan dunia, agar selamat dari ancaman sabda Nabi SAW:
يأتى في الاخر الزمان ناس من امتي يأتونن المساجد يقعدون فيها حلقاحلقا ذكرهم الدنيا وحب الدنيا لا تجالسو هم فليس لله بهم حاجة
Akan datang ada pada akhir zaman manusia dari umatku, datang ke Masjid duduk berkelompok-kelompok, sebutan (pembicaraannya dunia) cinta dunia, maka jangan kamu duduk bersama mereka, karena Allah tidak memerlukan mereka.
Maka apabila keluar dari Masjid, maka memulai dengan kaki kiri, dan meletakkan (menaruh) kaki kirinya di atas sandal, kemudian memakai yang sebelah kanan duluan, dan berdoa waktu keluar:
اللهم انى اسئالك من فضلك
Yaa Allah saya memohon karuniaMu.
Telah bersabda Nabi SAW, Allah SWT berfirman:
ان بيوتى فى ارضى المساجد وان زواري فيها عمارها فطوبى لعبد تطهر فى بيته ثم زارني فى بيتي فحق على المزور ان يكرم زائره
Sesungguhnya rumahKu di bumi adalah Masjid-Masjid, orang yang berkunjung ke Masjid ialah pemakmur Masjid, bahagialah hamba yang bersuci di rumahnya kemudian mengunjungiku di rumahKu, maka hak yang dikunjungi memuliakan yang berkunjung.
Dari Anas RA:
من اسرج فى مسجد سراجا لم تزل الملائكة وحملة العرش تستغفر له مادام فى ذلك المسجد ضؤه
Siapa saja yang menerangi Masjid dengan lampu (memasang lampu) di Masjid, senatiasalah Malaikat dan penanggung Arasy meminta ampun untuknya selama cahaya lampu tetap di Masjid tersebut.
KEBERSIHAN
Ketahuilah! Sesungguhnya kebersihan badan, pakaian, dan tempat dituntut oleh syara'. Sudah selayaknya manusia membersihkan badannya, menyisir rambut dan meminyakinya, dan membasuh dua telinga, membersihkan mulut dengan berkumur-kumur, bersiwak (menyikat gigi), memasukkan air ke hidung serta menyemburkannya kembali, dan membersihkan kuku dengan cara membasuh sesuatu yang ada di bawah kuku.
Adalah Nabi SAW meminyaki dan menyisir rambutnya. Dan sebaiknya mencuci pakaian memakai air saja atau dengan sabun, dan membersihkan tempat. Sebab manfaat kebersihan adalah memelihara kesehatan, melenyapkan kesusahan, mendatangkan kegembiraan, menyenangkan teman-teman, dan menampakkan nikmat Allah. Allah berfirman:
واما بنعمة ربك فحدث
Adapun dengan nikmat Allah, Maka Tampakkanlah!
JUJUR DAN DUSTA
Jujur ialah menyampaikan sesuatu sesuai kejadian, sedangkan dusta menyampaikan berita yang tidak sesuai dengan kejadian.
Sebab-sebab jujur: Akal, Agama, Muruah (Berani dan punya Rasa Malu). Mengapa demikian? Karena Akal mendapatkan manfaat kejujuran dan mudarat dusta, maka dia tak ingin dirinya ada dalam bahaya, diapun selalu bersikap jujur. Sedangkan Agama memerintah berlaku jujur dan menjauhi lawannya. Demikian juga orang yang punya Rasa Malu, tidak ridha dirinya kecuali berlaku jujur, sebab kejujuran menuntut berhias perkara terpuji dan tiada kebaikan pada dusta.
Sebab-sebab dusta: Ingin menarik manfaat dan menolak bahaya, sebab manusia kadang-kadang melihat pada dusta ada keselamatan segera, maka dia pun berdusta. Dan melihat pada berlaku jujur adalah lawannya, makanya dia pun tak melakukannya.
Bahaya dusta akan berbalik ke pemiliknya, maka dia akan diremehkan serta tidak dipercaya lagi. Pendusta dihinakan di Dunia dan disiksa di Akhirat. Dusta juga berefek untuk orang lain, karena pendusta berjanji dengan orang lain akan suatu kebaikan kemudian mengingkarinya, sehingga memecahkan hati orang tersebut akibat hilang harapannya, akhirnya timbullah ghibah (gosip) dan adu domba, sehingga tergeraklah manusia dalam kemarahan dan permusuhan.
Cukuplah celaan dusta dengan firman Allah:
انما يفتري الكذب الذين لا يؤمنون بايات الله
Dusta hanya dilakukan (diada-adakan) oleh orang-orang yang tidak beriman dengan ayat-ayat Allah.
Dan sabda Nabi SAW:
اذا كذب العبد كذبة تباعد عنه الملك ميلا من نتن ما جاء به
Apabila berdusta seorang hamba akan satu dusta, menjaulah Malaikat 1 mil karena bau busuk merebak dari si pendusta.
Cukuplah pujian kejujuran dengan firman Allah:
ياايها الذين امنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين
Wahai orang-orang beriman! Bertaqwalah kepada Allah, jadilah orang-orang yang benar (jujur).
Dan sabda Nabi SAW:
تحروا الصدق وان رئيتم ان فيه الهلكة فان فيه النجاة
Pilihlah kejujuran, dan jika kamu lihat pada kejujuran itu bahaya (kebinasaan), sesungguhnya pada kebenaran itu ada keselamatan.
AMANAH
Amanah adalah menjaga (memelihara) hak-hak Allah Ta'ala dan hambaNya. Dengan amanah sempurnalah agamamu, terpelihara kehormatan dan harta benda. Sesungguhnya menjaga hak Allah berarti melakukan perintah dan menjauhi larangan, sedangkan memelihara hak-hak hamba berarti mengembalikan barang titipan, tidak mengurangi sukatan dan timbangan atau ukuran (hasta), tidak menyebarkan rahasia-rahasia dan aib-aib. Maka hendak memilihlah seseorang yang paling baik pada agama, dunia dan dirinya.
Allah SWT berfirman:
ان الله يأمركم ان تؤدوا الامانات الى اهلها
Allah memerintah kamu menunaikan amanah kepada ahlinya.
Dan telah bersabda Nabi SAW:
لا ايمان لمن لا امنة له لا دين لمن لا عهد له
Tiada iman bagi orang yang tidak ada amanah, dan tiada agama bagi orang yang tidak memenuhi janji.
Lawan amanah adalah khianat. Khianat ialah menyimpang dari kebenaran dengan menyalahi perjanjian secara tersembunyi.
Bahaya khianat itu banyak, diantaranya disebut penghianat sebagai pembelot, kurang agama, bercita-cita rendah, berjiwa kerdil. Manusia menjauhinya karena keburukan penghianat, di potong tangannya bila mencuri, murka dan azab Allah buat penghianat akibat tidak menjaga sesuatu yang diwajibkan Allah.
Allah SWT telah berfirman:
يا ايها الذين امنوا لاتخونوا الله والرسول وتخونوا اماناتكم وانتم تعلمون
Hai orang-orang beriman, jangan kamu khianati Allah dan Rasul dan kamu khianati amanahmu padahal kamu mengetahuinya.
'IFFAH (MEMELIHARA DIRI)
'Iffah (Memelihara Diri) adalah sifat jiwa yang menjaga diri dari yang haram-haram dan syahwat rendah. Iffah adalah perkara yang paling mulia dan tinggi, darinya lah bercabang beragam kebaikan seperti sabar, qana'ah (mencukupi apa yang ada), pemurah, terlepas dari aib, wara' (memelihara diri dari makruh, lebih-lebih haram), sopan santun, kasih sayang, dan rasa malu. 'Iffah adalah simpanan orang yang tidak punya harta, mahkota untuk yang tidak punya kemulian.
Sebab 'Iffah: Memutuskan ketamakan, tidak loba mengusahakan harta, dan qana'ah pada dorongan keinginan.
Allah SWT telah berfirman :
يحسبهم الجهل اغنياء من التعفف
Orang-orang jahil menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri.
Rasullullah bersabda:
طوبى لمن هدى للاسلام وكان عيشه كففا وقنع به
Berbahagialah orang yang ditunjukkan bagi Islam adalah kehidupannya mencukupi dan dia bersikap Qana'ah (memadai apa yang ada).
MURUAH (KHARISMA)
Muruah atau Kharisma ialah sifat yang mendorong seseorang memegang kemulian Akhlaq dan kebiasaan-kebiasaan baik.
Sebab-sebabnya: Cita-cita tinggi, dan berjiwa mulia. Sesungguhnya cita-cita tinggi akan menghasilkan menjaga ketinggian, mendapatkan semua kebaikan, membangun kemulian, murah hati, dan mencegah bahaya. Muruah adalah tanda 'iffah (memelihara diri), suci dari yang tidak baik, dan terpelihara. Karena itu tidak terlihat pada orang yang memiliki muruah (kharisma) kecuali ketaqwaan, jauh dari tamak, ridha dengan apa yang diberi Allah, dan tiada melihat apa yang ada di tangan manusia. Diantara yang menunjuki terpujinya muruah adalah hadits Nabi SAW:
ان الله يحب معالى الامور واشرفها
Sesungguhnya Allah mencintai urusan-urusan yang tinggi dan paling mulia.
HILM (BIJAKSANA)
Hilm ialah sifat yang membawa pemiliknya tidak membalas orang yang membuatnya marah, padahal dia mampu untuk membalasnya.
Sebab-sebab Bijaksana: Menyayangi orang-orang bodoh, tidak mencaci maki, malu memberi jawaban, ramah pada orang yang berbuat jahat, menjaga nikmat yang lalu, diplomatis, dan menanti peluang.
Tidak mencaci maki sebagian dari yang berjiwa mulia dan tinggi cita-cita.
Malu sebagian dari memelihara jiwa dan sempurna kharisma.
Memelihara nikmat yang lalu sebagian dari menyempurnakan janji.
Diplomatis dan melihat peluang sebagian dari kecerdikan, sebab seseorang yang menampakkan kemarahan sedikit caranya.
Telah bersabda Nabi SAW:
ان الله يحب الحى الحليم ويبغض الفاحش البذئ
Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mempunyai rasa malu, bijaksana, dan murka akan orang yang berbuat keji dan cabul.
PEMURAH
Pemurah adalah meberikan harta tanpa diminta dan tidak menuntut hak. Pemurah merupakan kebaikan utama dan perkara terpuji karena mengikat dan menyatukan semua hati, manfaat dan faedahnya pun menyeluruh.
Maka bersabda Nabi SAW: Telah berkata Jibbril, telah berfirman Allah SWT:
هذا دين ارتضيته لنفسى لايصلحه الا السخاء وحسن الخلق فاكرموه بهما مااستطتم
Agama ini Aku ridhai untuk diriKu, tidak layak Agama kecuali buat yang pemurah dan yang bagus akhlaq, maka muliakanlah Agama dengan keduanya semampumu.
TAWADHU' (MERENDAHKAN DIRI)
Tawadhu' adalah merendahkan diri dan berhati lembut tanpa menghinakan diri.
Tujuan Tawadhu' ialah memberikan tiap-tiap yang punya hak akan haknya, tidak mengangkat derajat orang hina dan tidak menurunkan yang mulia. Tawadhu' sebagian dari sebab-sebab bermartabat tinggi dan menghantarkan ketempat kemuliaan.
Telah bersabda Nabi SAW:
من تواضع لله رفعه
Seseorang yang Tawadhu' karena Allah, maka Allah akan meninggikannya.
BERJIWA BESAR
Berjiwa besar ialah sifat yang menempatkan manusia pada tempat tinggi dan mulia. Sebab berjiwa besar adalah manusia mengenal ukuran dirinya. Hasil dari berjiwa besar adalah melakukan kebaikan, sabar pada masa susah, tidak melahirkan hajat (tidak menampakkan kebutuhan kepada orang lain), manusia memuliakannya, dan mendapat balasan kebaikan dari Allah.
Allah berfirman:
ولله العزة ولرسوله وللمئومنين
Dan untuk Allah ketinggian dan buat RasulNya dan orang-orang beriman.
Dan telah bersabda Nabi SAW:
رحم الله امرأ عرف قدر نفسه
Allah mengasihi orang yang mengenal ukuran dirinya.
DENDAM
Dendam adalah menyembunyikan keburukan dan sangat berkeinginan untuk menyakiti.
Sebab dendam ialah marah, dan mengiringinya delapan perkara yang diharamkan, yaitu dengki kepada orang yang di dendaminya, mencela bila terjadi musibah, menjauhi orang yang dia menaruh dendam padanya walau dia memohon belas kasihan, berpaling dan meremehkannya, mengomonginya dengan keji seperti menggosip dan menyebarkan rahasia, menceritakannya dengan cara mengolok-olok, menyakiti tubuh, dan mencegah haknya.
Dalil bahwa dendam dicela adalah sebagaimana sabda Nabi SAW:
المؤمن ليس بحقود
Orang Mukmin itu bukan Pendendam.
DENGKI
Dengki merupakan keinginan (cita-cita) melenyapkan nikmat orang lain, adapun cita-cita ingin menjadi seperti orang lain disebut Ghibtah (Gemar, menaruh hati), hal ini tidak dicela, bahkan dianjurkan sebab rasa gemar akan membentuk sifat-sifat terpuji, Nabi SAW pun bersabda:
المؤمن يغبط والمنافق يحسد
Orang mukmin menaruh hati (gemar, ingin mencontoh orang lain) yang baik-baik, dan Munafik itu Pendengki.
Sebab-sebab Kedengkian:
Benci kepada orang yang di dengki karena kelebihan yang nampak padanya, atau nikmat yang dilimpahkan Allah untuknya. Orang yang di dengki lebih tinggi martabat, sedangkan si pedengki tidak mampu mencapainya. Pelit si pedengki atas kelebihan (potensi-potensinya) sehingga dia iri hati kepada setiap orang yang lebih baik dari dirinya.
Obat penghilang dengki dari semua hati ialah berpegang pada Agama, melihat pada kedengkian ada kemudaratan dan ridha Qadha dan Qadar (ketentuan) Allah.
Dalil bahwa dengki di cela adalah Hadits Nabi SAW:
الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب
Kedengkian memakan kebaikan-kebaikan seperti api yang memakan kayu bakar.
MENGUMPAT (GOSIP)
Mengumpat (Gosip) adalah menyebut saudaramu dengan sesuatu yang di benci walaupun itu dihadapannya. seperti ucapan: Si Fulan pincang, fasik, fakir, berpakaian pendek, dan lain-lain yang kamu maksud buat menguranginya.
Sebab-sebab timbulnya Gosip delapan perkara: Dengki, memuaskan rasa sakit hati, keinginan mengangkat kedudukannya, menggagalkan tujuan orang yang dia sakiti sebelum tercapai, tujuan melepaskan diri, berpura-pura baik pada kawan-kawan, bersenda gurau, dan mengolok-olok.
Dan bukan Gosip bila menegur orang lalai dari kelalaianya dan menunjuki kepada kebaikan, karena Allah tidak mencegah menyampaikan nasehat tetapi Allah melarang ghibah, maka Allah berfirman:
ولا يغتب بعضكم بعضا ايحب احدكم ان يأكل لحم اخيهه ميتا فكرهتموه
Tidak mengumpat sebagian kamu akan sebagian, adakah kamu suka salah seorang dari kamu memakan bangkai saudaranya, tentu kamu membencinya.
FITNAH (ADU DOMBA)
Fitnah merupakan seseorang memindahkan semua perkataan, perbuatan, dan hal-hal (kondisi) manusia kepada orang lain yang tujuannya untuk merusak. Pendorongnya adalah maksud buruk dari orang yang dipindahkan (pemilik berita), atau menampakkan cinta kepada orang yang dipindahkan padanya (penerima berita), dan menghambur-hamburkan omongan atau berbicara sia-sia.
Yang mencegah Manusia dari mengadu domba ialah menyadari bahwa adu domba tersebut bisa memutuskan tali persaudaraan, menyalakan api permusuhan dan mendapatkan siksa.
Telah bersabda Nabi Muhammad SAW:
ان احبكم الى الله الذين يألفون ويؤلفون وان ابغضكم الى الله المشاءون بالنميمة المفرقون بين الاخوان
Allah paling cinta kepadamu, yaitu orang-orang yang mencintai orang lain dan orang lain mencintai mereka, dan orang yang paling Allah murkai di antara kamu adalah mereka yang berjalan membawa gosip (menyebarkan isu), lagi yang mencerai beraikan diantara saudara.
Dan Nabi SAW bersabda:
لايدخل الجنة نمام
Tidak masuk Surga pengadu domba.
TAKABBUR (SOMBONG)
Takabbur adalah menilai diri lebih besar dan melihat derajatnya di atas orang lain.
Kerusakan takabbur banyak sekali, diantaranya menyakiti orang lain, memutuskan tali-tali kasih sayang (persaudaraan) yang memisahkan diantara hati, membuat orang marah dan sepakat untuk menyakitinya, tidak tunduk kepada kebenaran, memendam kebencian, dan tidak lembut dalam menyampaikan nasehat.
Cukuplah cela takabbur oleh sabda Nabi SAW:
لايدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من الكبر
Tidak akan masuk Surga seseorang yang Takabbur pada hatinya walau hanya seberat debu.
Seseorang yang menyadari (mengenal) bahwa dia diciptakan dari setetes mani dan akan menjadi bangkai, mudahlah dia meninggalkan takabbur yang penyebabnya adalah 'ujub (heran pada kemampuan diri sendiri).
GHURUR (TERTIPU)
Ghurur adalah tenang jiwa pada sesuatu yang sesuai keinginan, dan condong tabi'at kepadanya sebab syubhat syaitan (kesamaran fatamorgana syaitan). Ghurur (tertipu) terbagi kepada dua pembagian:
Pertama, tertipu orang-orang Kafir yang menukar kehidupan Dunia dengan Akhirat, diantara mereka yaitu orang yang tenang pada Dunia dan hiasannya, dan mengingkari Hari Kebangkitan, serta tertipu dengan kepemimpinan di Dunia, dia menyangka bahwa dirinya yang paling baik pada menempati janji dan kasih sayang.
Kedua, tertipu pelaku Maksiat dari kalangan orang Mukmin, diantaranya adalah orang yang tidak beramal karena tertipu dengan keluasan ampunan Allah, berpegang atas ketaatan ayah-ayahnya, atau pada banyaknya ilmu. Golongan ini (Pertama yang tidak beramal), bahwa suka pada sesuatu tanpa mengambil (menjalaninya) sebabnya yaitu kerakusan yang tercela, dan tiada mengingat yang kedua (yang berpegang pada keshalehan orang tua), seperti fiman Allah Ta'ala:
واخشوا يوما لا يجزى والد عن ولده ولا مولود هو جاز عن والده شيئا
Takutlah pada Hari yang tak dapat membantu ayah daripada anaknya, dan anak juga tak dapat membantu ayahnya sedikitpun.
Dan tidak menyadari oleh yang ketiga (yang berpegang pada banyaknya Pengetahuan). Sesungguhnya Ilmu tanpa amal laksana pohon tidak berbuah. Dan ada juga yang tertipu dengan banyak ibadahnya, dia menyangka lebih berhak mendapat keampunan Allah dibandingkan orang lain, dan dia tidak menyadari bahwa inilah yang melenyapkan keikhlasan dan pahala amalnya. Dan sebagian lagi tertipu dengan banyaknya harta, dia menyangka bahwa hartanya lah yang membuatnya lebih tinggi dari orang lain, dia amat menyukai hiasan Dunia dan lupa pada karunia Allah.
Diantara aib Ghurur ialah timbulnya rasa sombong yang telah disebutkan pada pembahasan yang telah lewat, bahwa orang sombong tidak masuk Surga.
ZHALIM (MENGANIAYA)
Zhalim ialah keluar dari batasan keseimbangan disebabkan kelalaian (tidak perhatian) atau melampaui batas, kezhaliman mengandung semua maksiat dan kehinaan (keburukan).
Orang Zhalim itu adakala untuk dirinya atau pada orang lain.
Menzhalimi diri yaitu dengan lalai pada mena'ati Allah SWT atau tidak beriman.
Zhalim kepada orang lain adalah meremehkan hak orang lain, seperti menyakiti tetangga, menghina tamu, berdusta, menggosip, dan mengadu domba.
Telah bersabda Nabi SAW:
الظلم ظلمات يوم القيمامة
Kezhaliman akan menjadi kegelapan di hari Kiamat.
Dan pada hadits Qudtsi :
ياعبادي اني حرمت الظلم على نفسى وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا
Wahai hambaku, aku haramkan kezhaliman pada diriKu, dan Aku jadikan diantaramu keharaman, maka janganlah kamu berbuat zhalim.
ADIL
Adil adalah seimbang pada semua urusan dan sesuai dengan Syari'at. Adil ada dua bagian:
Pertama, Manusia adil pada dirinya yaitu berjalan di jalur Istiqamah.
Kedua, Adil kepada orang lain, dan dibagi menjadi tiga lagi:
Pertama, Adil seorang Raja kepada rakyatnya lewat memberi kemudahan, dan memberikan setiap orang yang mempunyai hak akan haknya.
Kedua, Rakyat adil kepada Rajanya, Murid kepada Gurunya, dan Anak kepada Ayahnya, yaitu dengan ta'at secara ikhlas.
Ketiga, Manusia adil sesama sebaya (sederajatnya) dengan tidak takabbur dan tidak menyakiti mereka.
Telah berfirman Allah SWT:
ان الله يأمر بالعدل والاحسان
Allah menyuruh berbuat adil dan kebaikan.
Tentang adil telah kamu ketahui!
Sedangkan Ihsan seperti yang tercantum pada hadits Nabi SAW:
ان تعبد الله كأنك تراه
Kamu sembahlah Allah seolah-olah kamu melihatNya.
Inilah iman paling sempurna dan puncak keyakinan. Amin.. Amin.. Yaa Rabbal'alamin!
Berkatalah pengarang ini Kitab, Semoga Allah menjaganya.
Sungguh telah selesailah Kitab yang berlembaran putih ini pada hari Jum'at yang penuh berkah ini pada tanggal 27 Jumadil 'Ula tahun 1337 Hijriah Penghulu kita Nabi Muhammad SAW, semoga Allah merahmati dan melimpahkan kesejahteraan untuk beliau, keluarga, dan sahabatnya.
PENUTUP DARI SAYA
Alhamdulillah, terima kasih Allah, telah memberikan kekuatan dari awal sampai akhir kepada saya sehingga renovasi ini telah selesai.
Juga ucapan terima kasih saya kepada guru saya yang telah mengizinkan terjemahan ini untuk di renovasi.
Dan umumnya, terima kasih pula atas perhatian para pembaca yang sudah sempat meluangkan waktu untuk membaca segala yang telah tertulis disini, mudah-mudahan bermanfaat di dunia dan akhirat! Aamiiin.
اقول قولي هذا استغفر الله العظيم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته!
Comments
Post a Comment