Ketika Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani di Rampok
Suatu hari Abdul Qadir yang masih belia meminta izin ibundanya untuk pergi ke kota Baghdad. Bocah ini ingin sekali mengunjungi rumah orang-orang saleh di sana dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka. Sang ibunda merestui. Diberikanlah kepada Abdul Qadir empat puluh dinar sebagai bekal perjalanan. Agar aman, uang disimpan di sebuah saku yang sengaja dibuat di posisi bawah ketiak. Sang ibunda tak lupa berpesan kepada Abdul Qadir untuk senantiasa berkata Jujur dalam setiap keadaan. Ia perhatikan betul pesan tersebut, lalu ia keluar dengan mengucapkan salam terakhir. “Pergilah, aku sudah menitipkan keselamatanmu pada Allah agar kamu memperoleh pemeliharaanNya,” pinta ibunda Abdul Qadir. Bocah pemberani itu pun pergi bersama rombongan kafilah unta yang juga sedang menuju ke kota Baghdad. Ketika melintasi suatu tempat bernama Hamdan, tiba-tiba enam puluh orang pengendara kuda menghampiri, lalu merampas seluruh harta rombongan kafilah. Yang unik, tak satu pun dari perampok itu men...